bentuk nai + reru (kata kerja I)
nomu => nomanai => nomareru (diminum)
bntuk nai + rareru (kata kerja II)
taberu => tabenai => taberareru (dimakan)
kuru = korareru
suru = sareru
Showing posts with label nihongo. Show all posts
Showing posts with label nihongo. Show all posts
2011/02/28
2011/02/27
Ungkapan dan salam
Berikut ini adalah ucapan salam dan ungkapan-ungkapan praktis yang dipakai sehari-hari di Jepang. Silahkan dengarkan cara pengucapannya, hafalkan dan praktekkan langsung jika bertemu dengan orang Jepang :
1. hai ya, baik.
2. iie tidak, bukan.
3. ohayou gozaimasu selamat pagi.
4. konnichiwa selamatsiang.
5. konbanwa selamat malam.
6. oyasuminasai selamat tidur, selamat istirahat.
7. arigatou gozaimasu terima kasih.
8. doumo terima kasih (lebih singkat).
9. dou itashimashite sama-sama, kembali.
10. sumimasen maaf, permisi.
11. sayounara selamat tinggal.
12. ii tenki desu ne cuacanya bagus, ya.
13. o-genki desu ka apa kabar?
14. hai, genki desu ya, kabar saya baik-baik saja.
15. wakarismahita baiklah, saya mengerti.
16. wakarimasen saya tidak mengerti, tidak tahu.
17. itadakimasu saya makan, ya.
18. iie, kekkou desu tidak, terimakasih (waktu menolak tawaran).
19. irasshaimase selamat datang!
20. shitsurei shimasu permisi, maaf saya tidak sopan.
21. ja, mata... kalau begitu, sampai jumpa...
23. daijoubu tidak apa-apa, baik-baik saja.
24. tadaima saya pulang!
25. okaerinasai selamat pulang!
26. itte mairimasu saya berangkat dulu, ya!
27. itte rasshai hati-hati di jalan, selamat jalan!
28. abunai awas! Bahaya!
29. o-daiji ni semoga lekas sembuh.
30. omedetou gozaimasu selamat!
31. yukkuri hanashite kudasai tolong bicara pelan-pelan!
32. nan desu ka apa?
33. donata desu ka siapa?
34. kore wa nan desu ka ini apa?
35. sou desu ka oh begitu, ya?
36. hajimemashite perkenalkan.
37. douzo yoroshiku senang berkenalan dengan anda.
38. moshi-moshi! halo! (waktu menelepon)
39. mou ichido itte kudasai! tolong ulangi bicara sekali lagi!
40. onegai shimasu tolong, ya!
source : Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu (on facebook)
1. hai ya, baik.
2. iie tidak, bukan.
3. ohayou gozaimasu selamat pagi.
4. konnichiwa selamatsiang.
5. konbanwa selamat malam.
6. oyasuminasai selamat tidur, selamat istirahat.
7. arigatou gozaimasu terima kasih.
8. doumo terima kasih (lebih singkat).
9. dou itashimashite sama-sama, kembali.
10. sumimasen maaf, permisi.
11. sayounara selamat tinggal.
12. ii tenki desu ne cuacanya bagus, ya.
13. o-genki desu ka apa kabar?
14. hai, genki desu ya, kabar saya baik-baik saja.
15. wakarismahita baiklah, saya mengerti.
16. wakarimasen saya tidak mengerti, tidak tahu.
17. itadakimasu saya makan, ya.
18. iie, kekkou desu tidak, terimakasih (waktu menolak tawaran).
19. irasshaimase selamat datang!
20. shitsurei shimasu permisi, maaf saya tidak sopan.
21. ja, mata... kalau begitu, sampai jumpa...
23. daijoubu tidak apa-apa, baik-baik saja.
24. tadaima saya pulang!
25. okaerinasai selamat pulang!
26. itte mairimasu saya berangkat dulu, ya!
27. itte rasshai hati-hati di jalan, selamat jalan!
28. abunai awas! Bahaya!
29. o-daiji ni semoga lekas sembuh.
30. omedetou gozaimasu selamat!
31. yukkuri hanashite kudasai tolong bicara pelan-pelan!
32. nan desu ka apa?
33. donata desu ka siapa?
34. kore wa nan desu ka ini apa?
35. sou desu ka oh begitu, ya?
36. hajimemashite perkenalkan.
37. douzo yoroshiku senang berkenalan dengan anda.
38. moshi-moshi! halo! (waktu menelepon)
39. mou ichido itte kudasai! tolong ulangi bicara sekali lagi!
40. onegai shimasu tolong, ya!
source : Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu (on facebook)
Labels:
nihongo
[~temo ii] & [~nakutemo ii]
[~temo ii]
[~temo ii] menunjukkan izin/persetujuan, dalam bahasa indo berarti "boleh~"
[~temo ii] dibentuk dari bentuk te + partikel mo yang menunjukkan arti "pun" lalu ditambah kata sifat "ii" yang berarti "oke, baik" , jadi kalau diterjemahkan biasa berarti "melakukan...pun boleh/oke"
pembentukannya:
bentuk te dari kata kerja + mo ii
kau => katte + mo ii => kattemo ii (boleh membeli)
iku => itte + mo ii => ittemo ii (boleh pergi)
nomu => nonde + mo ii => nondemo ii (boleh minum)
taberu => tabete + mo ii => tabetemo ii (boleh makan)
miru => mite + mo ii => mitemo ii (boleh nonton/lihat)
kuru => kite + mo ii => kitemo ii (boleh datang)
suru => shite + mo ii => shitemo ii (boleh melakukan)
dll
contoh:
koko de shashin o tottemo ii desu
boleh memotret disini
koko de tabetemo ii desu
boleh makan disini
ima kaettemo ii desu yo
sekarang (kamu) boleh pulang
jisho o tsukattemo ii desu
boleh menggunakan kamus
apabila dalam bentuk kalimat tanya, maka menunjukkan arti meminta persetujuan atau ijin dari lawan bicara
contoh:
kono jisho o karitemo ii desu ka
apakah boleh meminjam kamus ini?
pasokon o tsukattemo ii desu ka
apakah boleh menggunakan komputer?
terebi o keshitemo ii desu ka
apakah boleh mematikan televisi?
untuk jawabannya, tergantung si lawan bicara:
(?)kono jisho o karitemo ii desu ka
apakah boleh meminjam kamus ini?
(+)hai, douzo(ya silahkan) atau hai, karitemo ii desu yo(ya, boleh pinjam)
(-) iie, dame desu yo(tidak,tidak boleh) atau iie, karitewa ikemasen yo (tidak, tidak boleh pinjam)
"ii" disini bisa diganti dengan "kamaimasen"(tidak keberatan),"daijoubu"(tidak apa2),dll
pokoknya kata2 yang menunjukkan kesediaan hati dari si pembicara.
kadang2 "ii" juga bisa digantikan dengan "yoi" (karena ii sendiri sama dengan "yoi")
koko de tabetemo ii desu = koko de tabetemo kamaimasen = koko de tabetemo daijoubu desu
untuk membuat bentuk formal nya "ii" diganti dengan "yoroshii"
shashin o tottemo ii desu
shashin o tottemo yoroshii desu (lebih formal)
untuk meminta persetujuan / ijin kepada lawan bicara secara sopan dipergunakan "~temo yoroshii deshou ka" yang ungkapannya jauh lebih formal daripada "~temo ii desu ka"
toire e ittemo ii desu ka
toire e ittemo yoroshii deshou ka (lebih formal)
boleh kah saya pergi ke toilet?
------------------------
[~nakutemo ii]
ini merupakan bentuk negatif dari [~temo ii], yaitu artinya "boleh tidak~"
aku sering liat beberapa buku ditulis artinya "tidak usah~", yup itu memang benar(aku ga mau nyalahin buku ah, kasihan yg bikin..hehe), tapi ungkapan "tidak usah" memiliki bnyak arti yang bisa diartikan dalam bahasa jepang
contoh:
kamu tidak usah pergi! (menunjukkan larangan)
jadinya : kimi wa ittewa dame yo
ga, yang itu ga usah deh (menunjukkan tidak perlu)
jadinya: iie, sono mono wa iranai yo
kalo gtu,aku ga usah pergi aja deh (menunjukkan keputusan)
jadinya : sore dewa, boku ga ikanai yo
dll
bentuk [~nakutemo ii] terdiri dari bentuk te dari bentuk nai(bntuk negatif) + partikel mo (menunjukkan arti "pun") lalu ditambah kata sifat "ii" yang artinya "oke,baik"
jadi kesan nya: " tidak melakukan...pun ga apa apa" atau "tidak melakukan...pun oke"
ini sifatnya tidak memaksa atau tidak wajib
pembentukkan :
kata kerja bentuk nai dlm bentuk te (nakute) + mo ii
kau => kawanakute + mo ii => kawanakutemo ii (boleh tidak membeli)
iku => ikanakute + mo ii => ikanakutemo ii (boleh tidak pergi)
nomu => nomanakute + mo ii => nomanakutemo ii (boleh tidak minum)
taberu => tabenakute + mo ii => tabenakutemo ii (boleh tidak makan)
miru => minakute + mo ii => minakutemo ii (boleh tidak nonton/lihat)
kuru => konakute + mo ii => konakutemo ii (boleh tidak datang)
suru => shinakute + mo ii => shinakutemo ii (boleh tidak melakukan)
dll
contoh:
ashita wa yasumi desu kara, gakkou e ikanakutemo ii desu
karena besok libur, boleh tidak pergi ke sekolah
(gakkou e ikanakutemo ii desu = ga pergi kesekolah pun ya ga apa apa)
paatii ni konakutemo ii desu
boleh tidak datang ke pesta
(ga datang ke pesta juga silahkan)
biiru o nomanakutemo ii desu
boleh tidak minum bir
penerapan dengan bentuk kalimat tanya nya sama dengan [~temo ii] yaitu meminta persetujuan
gakkou e ikanakutemo ii desu ka
apakah saya boleh tidak datang ke sekolah?
biiru o nomanakutemo ii desu ka
apakah saya boleh tidak minum bir?
paatii ni konakutemo ii desu ka
apakah saya boleh tidak datang ke pesta?
yup lagi lagi sama dengan bentuk [~temo ii] dimana:
"ii" bisa diganti dengan "kamaimasen"(tidak keberatan),"daijoubu"(tidak apa2),dll
atau "ii" juga bisa digantikan dengan "yoi" (karena ii sendiri sama dengan "yoi")
gakkou e ikanakutemo ii desu ka = gakkou e ikanakutemo kamaimasen ka
biiru o nomanakutemo ii desu ka = biiru o nomanakutemo daijoubu desu ka
untuk membuat bentuk formal nya "ii" diganti dengan "yoroshii" dan untuk meminta persetujuan / ijin kepada lawan bicara secara sopan dipergunakan "~nakutemo yoroshii deshou ka"
gakkou e ikanakutemo yoroshii desu
gakkou e ikanakutemo yoroshii deshou ka (pertanyaan)
biiru o nomanakutemo yoroshii desu
biiru o nomanakutemo yoroshii deshou ka (pertanyaan)
source : Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu (on facebook)
Labels:
nihongo
2011/01/16
kata sifat (keiyoushi)
kata sifat (keiyoushi dan keiyoudoushi)
kata sifat dalam bhsa jepang ada 2:
1. kata sifat bentuk I (keiyoushi),biasa disebut i keiyoushi
kata sifat dalam bhsa jepang ada 2:
1. kata sifat bentuk I (keiyoushi),biasa disebut i keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran -i
contohnya :
atsu(i) = panas
samu(i) = dingin
atataka(i) = hangat
fuka(i) = dalam
nemu(i) = ngantuk
utsukushi(i) = cantik,indah
dll lah bnyak bnget soalnya
2. kata sifat bentuk II (keiyoudoushi),biasa disebut na keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran ~na
contohnya:
kirei na = cantik
suki na = suka
genki na = sehat
shizuka na = sepi,tenang
dll
contohnya :
atsu(i) = panas
samu(i) = dingin
atataka(i) = hangat
fuka(i) = dalam
nemu(i) = ngantuk
utsukushi(i) = cantik,indah
dll lah bnyak bnget soalnya
2. kata sifat bentuk II (keiyoudoushi),biasa disebut na keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran ~na
contohnya:
kirei na = cantik
suki na = suka
genki na = sehat
shizuka na = sepi,tenang
dll
biasanya memakai pola kalimat : ~ ga (kata sifat)
contoh:
tenki ga ii = cuaca nya bagus
tenki ga atsui = cuaca nya panas
hana ga kirei = bunga indah
ki ga takai = pohon tinggi
untuk formal nya ditambahkan "desu" pada akhir katanya
contoh:
tenki ga ii desu
hana ga kirei desu
-bentuk negatifnya
1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunai"
atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunai => atsukunai(tidak panas)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunai => hirokunai (tidak lebar/luas)
untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen"
atsui => atsuku arimasen
hiroi => hiroku arimasen
2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nai" ato "ja nai"
genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nai => genki janai (tidak sehat)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nai => kirei janai(tidak cantik)
untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen"
genki na => genki dewa arimasen
kirei na => kirei dewa arimasen
-bentuk lampau nya
1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "katta"
atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + katta => atsukatta(panas-lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + katta => hirokatta (lebar/luas - lampau)
2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "datta" ato "deshita"
genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + datta => genki datta (sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + datta => kirei datta (cantik - lampau)
- bentuk negatif lampau nya
1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunakatta"
atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunakatta => atsukunakatta (tidak panas - lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunakatta => hirokunakatta (tidak lebar/luas - lampau)
untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen deshita"
atsui => atsuku arimasen deshita
hiroi => hiroku arimasen deshita
2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nakatta" ato "ja nakatta"
genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nakatta => genki ja nakatta (tidak sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nakatta => kirei ja nakatta (tidak cantik - lampau)
untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen deshita"
genki na => genki dewa arimasen deshita
kirei na => kirei dewa arimasen deshita
source : Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu (on facebook)
Labels:
nihongo
Subscribe to:
Posts (Atom)





